#navbar-iframe { display: none !important; } Blog Kang Cepot: Info Teknologi
Showing posts with label Info Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Info Teknologi. Show all posts

Friday, 3 February 2012

Cat Pendeteksi Kerusakan Beton


Jika kita melihat jembatan Kutai Kertanegara yang runtuh beberapa waktu lalu, tentu saja dipastikan akibat adanya kerusakan struktur jembatan. Namun, persoalannya memang tidak mudah untuk mendeteksi kerusakan struktur yang terjadi. Untuk mengatasi masalah tersebut, University of Strathclyde di Glasgow, Inggris, seperti dilansir engadget.com., sedang mengembakan cat yang bisa mendeteksi kerusakan struktur. Para peneliti mengklaim, penggunaan cat ini merupakan cara termurah dibandingkan teknologi lain. Rahasianya ada pada teknologi nano yang dicampur ke dalam cat dan pemasangan sebuah sensor kecil sehingga ketika terjadi kerusakan struktur akan segera diketahui. Bahan cat ini juga termasuk bahan “Fly ash” yang membuat lapisan cat bisa bertahan pada kondisi ekstrem seperti air laut. Cat ini dapat digunakan di hamper seluruh struktur bangunan.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 2 Februari 2012
Selanjutnya >>

Air Mata Bisa Membunuh Bakteri


Air mata ternyata bukan hanya berfungsi sebagai tanda kesedihan. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa zat bernama lysozymes yang ada dalam air mata berfungsi untuk menghancurkan bakteri berbahaya. Lysozymes adalah protein berbentuk seperti rahang yang menempel ke dinding sel bakteri dan mengunyah bakteri-bakteri tersebut sampai hancur. “Enzim tersebut mencapai dinding sel bakteri dan tidak melepaskannya, kemudian mulai mengunyah bakteri itu.” Terang Gregory Weiss, ahli biologi molekuler dan Profesor Kimia di University of California Irvine, AS. Dilansir Livescience, pemenang Nobel AlexanderFleming pertama kali menemukan protein-protein antiseptic ini didalam air mata sekitar satu abad lalu. Sementara para ilmuwan telah mengetahui protein itu memakan dinding sel lawannya, mereka tidak yakin persis bagaimana proses tersebut bekerja. Misalnya, apakah protein melompat dan menggigit, kemudian melompat lagi? Sebuah tim yang dipimpin oleh Weiss dan Irvine, menciptakan sebuah transitor kecil untuk menjawab pertanyaan itu. Mereka menempelkan lysozymes ke sebuah nanotube karbon yang dilekatkan pada sirkuit elektronik. Ketika listrik dikirim lewat nanotube membentuk mikrofon sangat kecil (sekitar 100 ribu kali llebih kecil dari rambut manusia) yang dapat mendengarkan suara protein ketika mengunyah. Mereka menemukan dua rahasia protein tersebut, “seiring mereka bergerak disepanjang permukaan bakteri, protein itu menggigit dan gigitan memproduksi sebuah lubang kecil baru, dan akhirnya diperoleh luka besar, kemudian bakteri itu meledak.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 2 Februari 2012
Selanjutnya >>

Sahabat Manusia Sejak 30.000 Tahun


Salah satu temuan menunjukkan bahwa sejak 30.000 tahun yang lalu anjing telah menjadi sahabat sejati bagi manusia. Hal itu terungkap setelah para peneliti menemukan tengkorak berusia sekitar 33.000 tahun yang terkubur di Siberia dan Belgia. Temuan itu menunjukkan sejak zaman purba anjing telah di jinakkan, jauh sebelum hewan lain seperti domba atau sapi diternakkan manusia. Dilansir DailyMail, tengkorak itu ditemukan para peneliti dari University of Arizona. Para peneliti mengatakan, tengkorak yang ditemukan itu memiliki hidung atau moncong yang lebih pendek serta rahang yang lebih lebar dibandingkan binatang liar lainnya semisal serigala, yang biasanya memiliki hidung panjang dan rahang yang lebih kecil yang digunakan untuk berburu. Para peneliti memprediksi, anjing menjadi species hewan pertama yang dijinakkan dan dipelihara oleh manusia, jauh sebelum manusia mengenal peternakan. Untuk menemukan usia kedua tengkorak itu, peneliti menggunakan penanggala karbon, setelah itu mereka menganalisis struktur tulangnya. Pada umumnya manusia mengira hewan seperti sapi, domba dan kambing adalah hewan pertama yang dipelihara manusia.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 2 Februari 2012
Selanjutnya >>

Rudal Tiga Kali Kecepatan Suara


Angkatan laut kerajaan Inggris memperkenalkan rudal baru yang mampu menghancurkan senjata musuh dengan kemampuan tiga kali kecepatan suara. Rudal-rudal sea ceptor yang ditembakan dari kapal perang angkatan laut akan mencapai kecepatan hingga Mach 3 dan dapat melindungi wilayah sekitar 500 mil persegi diatas daratan atau laut. Dikutip DailyMail, awalnya sea ceptor akan digunakan pada Frigat tipe 23. Tetapi di masa yang akan dating bisa di adaptasi untuk digunakan angkatan darat dan RAF. Menteri pertahanan Inggris, Luff Petrus mengungkapkan, Pengembangan sistem rudal ini merupakan dorongan besar bagi dunia rudal terkemuka Inggris. “ini sistem senjata baru yang akan membekali Frigat kita untuk menghadapi jenis ancaman rudal canggih yang muncul dalam beberapa decade mendatang,” kata Kepala Staff AL Inggris, Laksamana Sir Mark Stanhope. Dia menambahkan, investasi dalam teknologi pertahanan canggih, seperti Sea Ceptor, sangat penting untuk memastikan kemampuan AL untuk membela kepentingan Inggris dimanapun diperlukan.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 2 Februari 2012
Selanjutnya >>

Wednesday, 1 February 2012

Printer 3D Bisa cetak Tulang Buatan


Printer 3D yang dapat menghasilkan bentuk 3 dimensi, selain dapat dimanfaatkan oleh para desain, dapat pula dimanfaatkan di dunia medis untuk menghasilkan tulang buatan. Ini berkat hasil penelitian seorang ilmuwan dari Washington State University, Amerika serikat. Mereka menemukan teknik membuat tulang baru menggunakan printer 3D komersial.
Cara kerjanya, printer tersebut akan menyemprotkan semacam bahan plastik diatas bubuk fosfat kalsimum mirip tulang. Bahan ini lantas diberi tambahan silikon dan zinc agar memperkuat fungsinya sebagai tulang buatan. Menurut Today in Tech, Printer akan bekerja mencetak bentuk seperti yang sudah digambarkan pada computer.
Adapun pembuatan tulang buatan ini memakan waktu cukup lama, karena dikerjakan selapis demi selapis agar lebih kuat. “Tulang buatan ini tidak benar-benar menggantikan tulang sungguhan.” Terang salah satu ilmuwan, Profesor Susmita Bose. Sejauh ini uji coba dilakukan terhadap tikus dan kelinci terbilang sukses. Nantinya para dokter bisa menggunakan berbagai teknik untuk kepentingan medis, misalnya menumbuhkan tulang dalam prosedur ortopedik, membuat gigi baru atau mengobati osteoporosis.
Selanjutnya >>

Wi-Fi Membuat Sperma Melemah??


Tak selamanya teknologi membawa manfaat bagi kehidupan. Para ilmuwan Argentina merilis temuan bahwa teknologi nirkabel Wi-Fi ternyata dapat mempengaruhi kualitas sperma seseorang. Riset dilakukan terhadap 29 orang pria sehat. Dilansir R   euters, para ilmuwan tersebut kemudian meletakkan benih dibawah sebuah laptop yang tengah siap mengunduh data melalui internet yang terhubung dengan jaringan nirkabel Wi-Fi. Hasilnya, empat jam kemudian sepertempat sperma tersebut tidak lagi berenang dibandingkan 14 persen lainnya yang tersimpan pada suhu yang sama namun jauh dari komputer. Selain itu, Sembilan persen dari sperma menunjukkan kerusakan DNA, tiga kali lipat lebih dari sampel perbandingan. Siapa biang keladinya? Menurut peneliti dari Reproductiva Medicina Nascentis, ini terjadi karena pengaruh radiasi elektromagnetik yang dihasilkan selama komunikasi nirkabel berlangsung. “Data kami menunjukkan penggunaan computer atau laptop yang terhubung ke teknologi nirkabel internet dan diletakkan dengan organ reproduksi laki-laki dapat menurunkan kualitas sperma,” tulis mereka dalam laporan tersebut. Berbeda dengannya, pimpinan society for Male Reproduction and Urology, Robert Oates, menyatakan tidak percaya jika bila laptop merupakan ancaman signifikan terhadap kesehatan reproduksi pria. “ini bukan kehidupan nyata biologi, ini benar-benar hasil rekayasa. Bagi saya ini tidak memiliki hubungan.” Ujarnya.
Selanjutnya >>

Harvard Kembangkan Robot Elastis


Biasanya robot yang kita kenal mempunyai gerakan-gerakan yang lamban dan kaku, oleh karena itu pengembangan untuk menyempurnakan robot oleh para ahli semakin canggih. Kini para ilmuwan Harvard yang bekerja sama dengan pentagon sebagai penyumbang dana, sedang mengembangkan robot elastis. Robot ini  merupakan terobosan baru para ilmuwan dalam membuat prototipe robot dengan tubuh yang lunak.
Robot elastis ini bentuknya menyerupai gabungan antara tentakel oktopus dan bintang laut. Selain bisa bergerak robot berukuran panjang 12,7 cm ini bisa merangkak dan menyisipkan dirinya saat melewati ruang sempit. Keempat kakinya dapat dikontrol secara terpisah dengan memompa udara ke anggota badannya. Pompa dapat dilakukan dengan menggunakan computer atau secara manual. Aliran udara tersebut memungkinkan si robot bisa melakukan gerakan merangkap dan merayap.
Dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk pengerjaan robot tersebut. Robert Shepherd, ilmuwan asal Harvard mengatakan, keunggulan lainnya dari robot elastis ini adalah bisa melintasi permukaan yang licin, penuh kerikil, berlumpur, bahkan genangan liquid berbentuk jeli. Robot ini juga bisa digunakan pada medan perang atau untuk mendeteksi adanya ranjau darat sisa peperangan. Paparan mengenai robot elastis tersajikan secara online dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Selanjutnya >>

Lampu Dengan Energi Bakteri


Lampu Dengan Energi Bakteri
Pengembangan teknologi yang berkelanjutan memunculkan ide-ide yang inovatif. Dikutip dari CNN, perusahaan elektronik asal belanda, Philips saat ini tengah mengembangkan konsep lampu bio, yaitu lampu yang menggunakan bakteri sebagai sumber pencahayaan alami. Konsep lampu bio ini memanfaatkakn cahaya yang dihasilkan oleh organisme yang bisa menghasilkan cahaya seperti yang bisa dihasilkan oleh kunang-kunang. Bentuk lampu bio ini seperti toples yang diletakkan di frame yang terbuat dari besi. Toples-toples tersebut berisi bakteri yang pada waktu makan gas metana mengeluarkan cahaya hijau. Sebuah tabung silikon disalurkan oleh toples-toples ini ke limbah pencernaan rumah tangga.
Proyek ini merupakan bagian dari proyek Philips yang menginginkan integritasi siklus ekosistem dalam rumah tangga, dimana sampah didaur ulang untuk menghadapi isu keberlanjutan. Menurut direktur senior desain dan inovasi Philips, Clive van Herden, perancang memiliki kewajiban untuk mencari solusi teknologi dengan menggunakan energi sesedikit mungkin dan tanpa polusi. Tak hanya sebagai penerangan, pengembangan konsep tersebut bisa dikembangkan untuk indikator diagnostik tingkat polusi atau bahkan sebagai biosensor untuk monitoring penyakit seperti diabetes. Tetapi, Philips mengatakan cahaya lampu bio akan lebih cocok untuk lampu hiasan daripada untuk pencahayaan fungsional. Philips berangan-angan, ke depan aplikasi lampu bio, mungkin menggunakan tanaman yang bisa mengeluarkan sinar, sehingga bisa digunakan untuk menerangitepi jalan.
Pengembangan teknologi yang berkelanjutan memunculkan ide-ide yang inovatif. Dikutip dari CNN, perusahaan elektronik asal belanda, Philips saat ini tengah mengembangkan konsep lampu bio, yaitu lampu yang menggunakan bakteri sebagai sumber pencahayaan alami. Konsep lampu bio ini memanfaatkakn cahaya yang dihasilkan oleh organisme yang bisa menghasilkan cahaya seperti yang bisa dihasilkan oleh kunang-kunang. Bentuk lampu bio ini seperti toples yang diletakkan di frame yang terbuat dari besi. Toples-toples tersebut berisi bakteri yang pada waktu makan gas metana mengeluarkan cahaya hijau. Sebuah tabung silikon disalurkan oleh toples-toples ini ke limbah pencernaan rumah tangga.
Proyek ini merupakan bagian dari proyek Philips yang menginginkan integritasi siklus ekosistem dalam rumah tangga, dimana sampah didaur ulang untuk menghadapi isu keberlanjutan. Menurut direktur senior desain dan inovasi Philips, Clive van Herden, perancang memiliki kewajiban untuk mencari solusi teknologi dengan menggunakan energi sesedikit mungkin dan tanpa polusi. Tak hanya sebagai penerangan, pengembangan konsep tersebut bisa dikembangkan untuk indikator diagnostik tingkat polusi atau bahkan sebagai biosensor untuk monitoring penyakit seperti diabetes. Tetapi, Philips mengatakan cahaya lampu bio akan lebih cocok untuk lampu hiasan daripada untuk pencahayaan fungsional. Philips berangan-angan, ke depan aplikasi lampu bio, mungkin menggunakan tanaman yang bisa mengeluarkan sinar, sehingga bisa digunakan untuk menerangitepi jalan.
Selanjutnya >>

Friday, 27 January 2012

Situs MegaUpload telah ditutup atas tuduhan pembajakan


 

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menuntut situs file sharing MegaUpload dan menyebutnya sebagai organisasi kriminal yang bertanggungjawab atas pembajakan besar-besaran diseluruh dunia.
Isi tuntutan menyebutkan bahwa Megaupload telah menghasilkan lebih US$ 175 juta dari tindak kejahatan dan menyebabkan kerugian bagi para pemilik hak cipta lebih dari setengah miliar dolar.
Secara spesifik tuntutan DOJ ke MegaUpload adalah ikut serta dalam konspirasi pemerasan, pelanggaran hak cipta, pencucian uang dan 2 tuduhan subtantif atas pelanggaran hak cipta.
Tercatat pendiri Megaupload Kim Dotcom dan 6 ekseskutif MegaUpload serta perusahaan bernama Vestor Limited yang dipakai Kim Dotcom untuk melindungi aset masuk dalam daftar tuntutan tersebut. Kim Dotcom dan 3 eksekutif MegaUpload disebutkan telah ditangkap di Auckland, New Zealand atas permintaan pemerintah Amerika.
Selain itu DOJ dengan dibantu FBI telah mengeluarkan surat penggeledahan di Amerika & 8 negara lain dan telah berhasil menyita aset sebesar US$50 juta di Amerika, Belanda dan Kanada. Disebutkan juga DOJ sudah mengambil alih 18 nama domain yang terasosiasi dengan Megaupload.


 Sumber: www.infoteknologi.com/berita/situs-megaupload-ditutup-tuduhan-pembajakan/

Selanjutnya >>