Jika
kita melihat jembatan Kutai Kertanegara yang runtuh beberapa waktu lalu, tentu
saja dipastikan akibat adanya kerusakan struktur jembatan. Namun, persoalannya
memang tidak mudah untuk mendeteksi kerusakan struktur yang terjadi. Untuk
mengatasi masalah tersebut, University of Strathclyde di Glasgow, Inggris,
seperti dilansir engadget.com., sedang mengembakan cat yang bisa mendeteksi
kerusakan struktur. Para peneliti mengklaim, penggunaan cat ini merupakan cara
termurah dibandingkan teknologi lain. Rahasianya ada pada teknologi nano yang
dicampur ke dalam cat dan pemasangan sebuah sensor kecil sehingga ketika
terjadi kerusakan struktur akan segera diketahui. Bahan cat ini juga termasuk
bahan “Fly ash” yang membuat lapisan cat bisa bertahan pada kondisi ekstrem
seperti air laut. Cat ini dapat digunakan di hamper seluruh struktur bangunan.
Air
mata ternyata bukan hanya berfungsi sebagai tanda kesedihan. Penelitian
baru-baru ini menunjukkan bahwa zat bernama lysozymes yang ada dalam air mata
berfungsi untuk menghancurkan bakteri berbahaya. Lysozymes adalah protein
berbentuk seperti rahang yang menempel ke dinding sel bakteri dan mengunyah
bakteri-bakteri tersebut sampai hancur. “Enzim tersebut mencapai dinding sel
bakteri dan tidak melepaskannya, kemudian mulai mengunyah bakteri itu.” Terang Gregory
Weiss, ahli biologi molekuler dan Profesor Kimia di University of California
Irvine, AS. Dilansir Livescience, pemenang Nobel AlexanderFleming pertama kali
menemukan protein-protein antiseptic ini didalam air mata sekitar satu abad
lalu. Sementara para ilmuwan telah mengetahui protein itu memakan dinding sel
lawannya, mereka tidak yakin persis bagaimana proses tersebut bekerja.
Misalnya, apakah protein melompat dan menggigit, kemudian melompat lagi? Sebuah
tim yang dipimpin oleh Weiss dan Irvine, menciptakan sebuah transitor kecil
untuk menjawab pertanyaan itu. Mereka menempelkan lysozymes ke sebuah nanotube
karbon yang dilekatkan pada sirkuit elektronik. Ketika listrik dikirim lewat
nanotube membentuk mikrofon sangat kecil (sekitar 100 ribu kali llebih kecil
dari rambut manusia) yang dapat mendengarkan suara protein ketika mengunyah.
Mereka menemukan dua rahasia protein tersebut, “seiring mereka bergerak
disepanjang permukaan bakteri, protein itu menggigit dan gigitan memproduksi
sebuah lubang kecil baru, dan akhirnya diperoleh luka besar, kemudian bakteri
itu meledak.
Salah
satu temuan menunjukkan bahwa sejak 30.000 tahun yang lalu anjing telah menjadi
sahabat sejati bagi manusia. Hal itu terungkap setelah para peneliti menemukan
tengkorak berusia sekitar 33.000 tahun yang terkubur di Siberia dan Belgia.
Temuan itu menunjukkan sejak zaman purba anjing telah di jinakkan, jauh sebelum
hewan lain seperti domba atau sapi diternakkan manusia. Dilansir DailyMail,
tengkorak itu ditemukan para peneliti dari University of Arizona. Para peneliti
mengatakan, tengkorak yang ditemukan itu memiliki hidung atau moncong yang
lebih pendek serta rahang yang lebih lebar dibandingkan binatang liar lainnya
semisal serigala, yang biasanya memiliki hidung panjang dan rahang yang lebih
kecil yang digunakan untuk berburu. Para peneliti memprediksi, anjing menjadi
species hewan pertama yang dijinakkan dan dipelihara oleh manusia, jauh sebelum
manusia mengenal peternakan. Untuk menemukan usia kedua tengkorak itu, peneliti
menggunakan penanggala karbon, setelah itu mereka menganalisis struktur
tulangnya. Pada umumnya manusia mengira hewan seperti sapi, domba dan kambing
adalah hewan pertama yang dipelihara manusia.
Angkatan
laut kerajaan Inggris memperkenalkan rudal baru yang mampu menghancurkan
senjata musuh dengan kemampuan tiga kali kecepatan suara. Rudal-rudal sea ceptor
yang ditembakan dari kapal perang angkatan laut akan mencapai kecepatan hingga
Mach 3 dan dapat melindungi wilayah sekitar 500 mil persegi diatas daratan atau
laut. Dikutip DailyMail, awalnya sea ceptor akan digunakan pada Frigat tipe 23.
Tetapi di masa yang akan dating bisa di adaptasi untuk digunakan angkatan darat
dan RAF. Menteri pertahanan Inggris, Luff Petrus mengungkapkan, Pengembangan sistem
rudal ini merupakan dorongan besar bagi dunia rudal terkemuka Inggris. “ini sistem
senjata baru yang akan membekali Frigat kita untuk menghadapi jenis ancaman
rudal canggih yang muncul dalam beberapa decade mendatang,” kata Kepala Staff
AL Inggris, Laksamana Sir Mark Stanhope. Dia menambahkan, investasi dalam
teknologi pertahanan canggih, seperti Sea Ceptor, sangat penting untuk
memastikan kemampuan AL untuk membela kepentingan Inggris dimanapun diperlukan.
Printer 3D yang dapat menghasilkan bentuk 3 dimensi, selain dapat
dimanfaatkan oleh para desain, dapat pula dimanfaatkan di dunia medis untuk
menghasilkan tulang buatan. Ini berkat hasil penelitian seorang ilmuwan dari
Washington State University, Amerika serikat. Mereka menemukan teknik membuat
tulang baru menggunakan printer 3D komersial.
Cara kerjanya, printer tersebut akan menyemprotkan semacam bahan plastik
diatas bubuk fosfat kalsimum mirip tulang. Bahan ini lantas diberi tambahan silikon
dan zinc agar memperkuat fungsinya sebagai tulang buatan. Menurut Today in
Tech, Printer akan bekerja mencetak bentuk seperti yang sudah digambarkan pada computer.
Adapun pembuatan tulang buatan ini memakan waktu cukup lama, karena
dikerjakan selapis demi selapis agar lebih kuat. “Tulang buatan ini tidak benar-benar
menggantikan tulang sungguhan.” Terang salah satu ilmuwan, Profesor Susmita
Bose. Sejauh ini uji coba dilakukan terhadap tikus dan kelinci terbilang
sukses. Nantinya para dokter bisa menggunakan berbagai teknik untuk kepentingan
medis, misalnya menumbuhkan tulang dalam prosedur ortopedik, membuat gigi baru
atau mengobati osteoporosis.
Tak selamanya teknologi membawa manfaat bagi kehidupan. Para
ilmuwan Argentina merilis temuan bahwa teknologi nirkabel Wi-Fi ternyata dapat
mempengaruhi kualitas sperma seseorang. Riset dilakukan terhadap 29 orang pria sehat.
Dilansir R euters, para ilmuwan tersebut
kemudian meletakkan benih dibawah sebuah laptop yang tengah siap mengunduh data
melalui internet yang terhubung dengan jaringan nirkabel Wi-Fi. Hasilnya, empat
jam kemudian sepertempat sperma tersebut tidak lagi berenang dibandingkan 14
persen lainnya yang tersimpan pada suhu yang sama namun jauh dari komputer.
Selain itu, Sembilan persen dari sperma menunjukkan kerusakan DNA, tiga kali
lipat lebih dari sampel perbandingan. Siapa biang keladinya? Menurut peneliti
dari Reproductiva Medicina Nascentis, ini terjadi karena pengaruh radiasi
elektromagnetik yang dihasilkan selama komunikasi nirkabel berlangsung. “Data
kami menunjukkan penggunaan computer atau laptop yang terhubung ke teknologi
nirkabel internet dan diletakkan dengan organ reproduksi laki-laki dapat
menurunkan kualitas sperma,” tulis mereka dalam laporan tersebut. Berbeda
dengannya, pimpinan society for Male Reproduction and Urology, Robert Oates,
menyatakan tidak percaya jika bila laptop merupakan ancaman signifikan terhadap
kesehatan reproduksi pria. “ini bukan kehidupan nyata biologi, ini benar-benar
hasil rekayasa. Bagi saya ini tidak memiliki hubungan.” Ujarnya.
Biasanya robot yang kita kenal mempunyai gerakan-gerakan yang
lamban dan kaku, oleh karena itu pengembangan untuk menyempurnakan robot oleh
para ahli semakin canggih. Kini para ilmuwan Harvard yang bekerja sama dengan
pentagon sebagai penyumbang dana, sedang mengembangkan robot elastis. Robot
ini merupakan terobosan baru para
ilmuwan dalam membuat prototipe robot dengan tubuh yang lunak.
Robot elastis ini bentuknya menyerupai gabungan antara tentakel oktopus
dan bintang laut. Selain bisa bergerak robot berukuran panjang 12,7 cm ini bisa
merangkak dan menyisipkan dirinya saat melewati ruang sempit. Keempat kakinya
dapat dikontrol secara terpisah dengan memompa udara ke anggota badannya. Pompa
dapat dilakukan dengan menggunakan computer atau secara manual. Aliran udara tersebut
memungkinkan si robot bisa melakukan gerakan merangkap dan merayap.
Dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk pengerjaan robot tersebut.
Robert Shepherd, ilmuwan asal Harvard mengatakan, keunggulan lainnya dari robot
elastis ini adalah bisa melintasi permukaan yang licin, penuh kerikil,
berlumpur, bahkan genangan liquid berbentuk jeli. Robot ini juga bisa digunakan
pada medan perang atau untuk mendeteksi adanya ranjau darat sisa peperangan.
Paparan mengenai robot elastis tersajikan secara online dalam jurnal
Proceedings of the National Academy of Sciences.
Pengembangan teknologi yang berkelanjutan memunculkan ide-ide yang
inovatif. Dikutip dari CNN, perusahaan elektronik asal belanda, Philips saat
ini tengah mengembangkan konsep lampu bio, yaitu lampu yang menggunakan bakteri
sebagai sumber pencahayaan alami. Konsep lampu bio ini memanfaatkakn cahaya
yang dihasilkan oleh organisme yang bisa menghasilkan cahaya seperti yang bisa dihasilkan
oleh kunang-kunang. Bentuk lampu bio ini seperti toples yang diletakkan di
frame yang terbuat dari besi. Toples-toples tersebut berisi bakteri yang pada
waktu makan gas metana mengeluarkan cahaya hijau. Sebuah tabung silikon disalurkan
oleh toples-toples ini ke limbah pencernaan rumah tangga.
Proyek ini merupakan bagian dari proyek Philips yang menginginkan
integritasi siklus ekosistem dalam rumah tangga, dimana sampah didaur ulang
untuk menghadapi isu keberlanjutan. Menurut direktur senior desain dan inovasi Philips,
Clive van Herden, perancang memiliki kewajiban untuk mencari solusi teknologi
dengan menggunakan energi sesedikit mungkin dan tanpa polusi. Tak hanya sebagai
penerangan, pengembangan konsep tersebut bisa dikembangkan untuk indikator diagnostik
tingkat polusi atau bahkan sebagai biosensor untuk monitoring penyakit seperti
diabetes. Tetapi, Philips mengatakan cahaya lampu bio akan lebih cocok untuk
lampu hiasan daripada untuk pencahayaan fungsional. Philips berangan-angan, ke
depan aplikasi lampu bio, mungkin menggunakan tanaman yang bisa mengeluarkan
sinar, sehingga bisa digunakan untuk menerangitepi jalan.
Pengembangan
teknologi yang berkelanjutan memunculkan ide-ide yang inovatif. Dikutip dari
CNN, perusahaan elektronik asal belanda, Philips saat ini tengah mengembangkan
konsep lampu bio, yaitu lampu yang menggunakan bakteri sebagai sumber
pencahayaan alami. Konsep lampu bio ini memanfaatkakn cahaya yang dihasilkan
oleh organisme yang bisa menghasilkan cahaya seperti yang bisa dihasilkan oleh
kunang-kunang. Bentuk lampu bio ini seperti toples yang diletakkan di frame
yang terbuat dari besi. Toples-toples tersebut berisi bakteri yang pada waktu
makan gas metana mengeluarkan cahaya hijau. Sebuah tabung silikon disalurkan
oleh toples-toples ini ke limbah pencernaan rumah tangga.
Proyek
ini merupakan bagian dari proyek Philips yang menginginkan integritasi siklus
ekosistem dalam rumah tangga, dimana sampah didaur ulang untuk menghadapi isu
keberlanjutan. Menurut direktur senior desain dan inovasi Philips, Clive van
Herden, perancang memiliki kewajiban untuk mencari solusi teknologi dengan
menggunakan energi sesedikit mungkin dan tanpa polusi. Tak hanya sebagai
penerangan, pengembangan konsep tersebut bisa dikembangkan untuk indikator diagnostik
tingkat polusi atau bahkan sebagai biosensor untuk monitoring penyakit seperti
diabetes. Tetapi, Philips mengatakan cahaya lampu bio akan lebih cocok untuk
lampu hiasan daripada untuk pencahayaan fungsional. Philips berangan-angan, ke
depan aplikasi lampu bio, mungkin menggunakan tanaman yang bisa mengeluarkan
sinar, sehingga bisa digunakan untuk menerangitepi jalan.
Departemen
Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menuntut situs file sharing MegaUpload dan
menyebutnya sebagai organisasi kriminal yang bertanggungjawab atas pembajakan
besar-besaran diseluruh dunia.
Isi
tuntutan menyebutkan bahwa Megaupload telah menghasilkan lebih US$ 175 juta
dari tindak kejahatan dan menyebabkan kerugian bagi para pemilik hak cipta
lebih dari setengah miliar dolar.
Secara
spesifik tuntutan DOJ ke MegaUpload adalah ikut serta dalam konspirasi
pemerasan, pelanggaran hak cipta, pencucian uang dan 2 tuduhan subtantif atas
pelanggaran hak cipta.
Tercatat
pendiri Megaupload Kim Dotcom dan 6 ekseskutif MegaUpload serta perusahaan
bernama Vestor Limited yang dipakai Kim Dotcom untuk melindungi aset masuk
dalam daftar tuntutan tersebut. Kim Dotcom dan 3 eksekutif MegaUpload
disebutkan telah ditangkap di Auckland, New Zealand atas permintaan pemerintah
Amerika.
Selain
itu DOJ dengan dibantu FBI telah mengeluarkan surat penggeledahan di Amerika
& 8 negara lain dan telah berhasil menyita aset sebesar US$50 juta di
Amerika, Belanda dan Kanada. Disebutkan juga DOJ sudah mengambil alih 18 nama
domain yang terasosiasi dengan Megaupload.