#navbar-iframe { display: none !important; } Blog Kang Cepot: Tahukah Anda?
Showing posts with label Tahukah Anda?. Show all posts
Showing posts with label Tahukah Anda?. Show all posts

Thursday, 23 February 2012

Asal Mula Pembuka Kaleng



Ayo siapa yang tak mengenal makanan kaleng? Di zaman modern seperti sekarang ini, kaleng menjadi bahan yang banyak digunakan di pasaran untuk mengemas makanan olahan. Kemasan kaleng sendiri dipatenkan sejak tahun 1810 oleh seorang penemu dari Inggris bernama Peter Durand, berdasarkan eksperimen seorang warga negara Prancis, Nicolas Appert. Namun siapa yang menyangka bahwa ternyata butuh waktu sekitar 48 tahun untuk menemukan alat khusus yang dapat membuka kemasan bermaterial besi tipis berlapis timah ini. Alat yang kemudian dikenal sebagai pembuka kaleng, dipatenkan sekitar tahun 1855 di Inggris dan 1858 di Amerika Serikat oleh Ezra Warner. Meskipun demikian, seperti dilansir Inventors.about.com, penyempurnaan alat tersebut tetap dilakukan oleh seorang penemu asal Amerika Serikat, William Lyman. Ia menciptakan pembuka kaleng berkepala lempengan berupa pisau yang berfungsi memotong pinggiran kaleng, yang kemudian dipatenkan pada 1870. Karena dinilai lebih praktis, penemuan Lyman inilah yang akhirnya berkembang dan masih banyak digunakan hingga saat ini. Lalu, alat apakah yang digunakan manusia untuk membuka kaleng selama kurun waktu 48 tahun tersebut? Jawabannya adalah pisau dan alat pemukul. Sungguh tidak praktis bukan?

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 22 Desember 2011
Selanjutnya >>

Telepon Tak Disukai Penemunya



Dunia mengenal Alexander graham Bell sebagai penemu telefon. Meski pada awalnya dianggap sebagai penemuan yang tidak berguna, mengingat pada masa itu manusia lebih akrab dengan pengiriman pesan melalui pos, telefon yang mulai diperkenalkan pada tahun 1876 telah memudahkan manusia untuk saling berinteraksi meski terpisah oleh jarak. Namun, Bell rupanya tak menyukai alat telekomunikasi hasil penemuannya ini. Ia bahkan dengan tegas menolak penyediaan telefon di ruang kerjanya. Apa pasal? Seperti dilansir  Didyouknow.org, hal itu disebabkan kondisi ibu dan istri Bell yang tuli. Bel yang juga mengabdikan hidupnya sebagai guru bagi para tunarungu ini merasa penemuan tersebut sebagai suatu “ketidaksempurnaan”, karena tetap tak bisa ia gunakan untuk berhubungan dengan orang-orang yang paling dikasihinya saat terpisah jarak. Meskipun demikian, demi kemaslahatan manusia, pada tahun 1877, Bell bersama bapak mertuanya mendirikan The Bell Telephone Company, yang kemudian menjadi perusahaan telefon pertama di dunia. Telefon pun kini menjadi alat telekomunikasi yang sangat umum tersedia di berbagai Negara, bahkan mengantarkan dunia pada penemuan brilian lainnya, yakni telefon genggam.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 22 desember 2011
Selanjutnya >>

Thursday, 16 February 2012

Permen Karet Hasil Dari Keisengan

Mungkin tak sedikit di antara anda yang memiliki kebiasaan mengunyah permen karet. Permen bertekstur kenyal, lengket, dan dapat di bentuk menjadi gelembung ini memang kerap dijadikan pilihan untuk membersihkan gigi dan mengurangi bau mulut. Sejak berabad-abad lalu, orang-orang Yunani kuno sebenarnya sudah mengunyah permen karet yang berasal dari getah dan kulit pohon dammar wangi yang banyak ditemukan di pulau Chios, Yunani. Getah dammar tersebut banyak disukai para kaum hawa untuk menjaga kesegaran napas mereka. Permen karet baru beredar secara komersial pada pertengahan abad ke-18. Permen karet pertama kali beredar di pasaran dengan merk black jack, yang memiliki rasa manis dan enak untuk dikunyah. Adalah Thomas Adams, seorang penemu asal Amerika serikat yang melanjutkan kesuksesan penemuan permen karet tersebut. Berasal dari kegagalannya menciptakan mainan anak-anak yang berbahan dasar lateks sebagai pengganti karet, Adams yang merasa lelah dan putus asa lalu iseng mengunyah potongan lateks tersebut ke dalam mulutnya dan merasakan sensasi tersendiri ketika mengunyahnya. Dari keisengannya itu, pada tahun 1870, Adams dan anak-anaknya kemudian mendirikan pabrik pertama yang khusus memproduksi permen karet dengan beragam rasa. Adams pun kemudian mematenkan permen karet produksinya yang diberi label Adam’s New York Chewing Gum, yang sangat digemari di Amerika Serikat pada masa itu. Permen karet temuan Adams ini kemudian dikembangkan oleh seorang penemu bernama John Colgan. Colgan berhasil menambahkan komposisi khusus yang dapat lebih bertahan lama ketika dikunyah. Selain Colgan, seorang penemu bernama William Wrigley Jr pun memiliki resep tersendiri dalam memproduksi permen karet yang kemudian ia beri label Wrigley Doublemint. Ia menciptakan permen karet dengan aroma mint yang dapat bertahan lama di mulut sehingga dapat membantu menyegarkan napas konsumennya. Sejak itulah, industry permen karet terus berkembang.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 16 Februari 2012
Selanjutnya >>

Saturday, 11 February 2012

Jaman Dulu Garpu Dianggap Tercela



Jika kini garpu dianggap umum digunakan di meja makan, bahkan menjadi perangkat wajib dalam etika makan (table manner) bersamaan dengan peralatan makan lainnya, tidak demikian di abad pertengahan. Seperti dilansir Didyouknow.org, pada masa itu, makan menggunakan garpu justru dianggap sebagai suatu hal yang tercela. Bahkan, ketika seorang putri Yunani meninggal dunia sesaat setelah memperkenalkan garpu kepada para tamu di pesta pernikahannya, banyak orang menganggap hal tersebut sebagai hukuman Ilahi. Tak pelak, celaan kerap datang kepada orang-orang yang memberanikan diri makan menggunakan garpu. Mereka dianggap tidak mensyukuri “garpu alami” berupa tangan yang telah diberikan Tuhan. Meski kemudian garpu dianggap sebagai peralatan makan biasa di atas meja para bangsawan di Italia dan digunakan di Prancis pada abad ke-14, ketika diperkenalkan di Inggris pada tahun 1611 oleh Thomas Coryat melalui bukunya Coryat’s Curdities Hastily Gobbled up in Five Months Travels in France, Savoy, Italy, & C., hal tersebut tetap saja mengundang cemoohan. Coryat bahkan diolok-olok hingga banyak orang menyebutnya furcifer (pembawa garpu). Kelas atas Spanyol baru menggunakan garpu pada abad ke-16. Hal itu diketahui dari garpu yang ditemukan bersamaan dengan bangkai kapal La Girona yang tenggelam di lepas pantai Irlandia tahun 1588. Pada awal perkembangannya, garpu yang umum digunakan hanya berupa dua sundukan yang dikenal pula dengan sebutan split spoon atau sendok terbelah. Sementara itu, garpu dengan 4 dan 5 sundukan, baru ditemukan sekitar abad ke-16 hingga 18.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 2 Februari 2012
Selanjutnya >>

Kulkas Untuk Pasien Demam Kuning



Kulkas kini telah menjadi alat elektronik yang umum dimiliki di setiap rumah. Fungsinya sebagai lemari penyejuk yang dapat mengawetkan makanan, banyak membantu penggunanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di awal perkembangannya pada abad ke-11, Ibnu Sina yang merupakan seorang ilmuwan Muslim asal Persia (kini menjadi bagian dari Uzbekistan), menciptakan kumparan pendingin yang merupakan terobosan teknologi penyulingan dalam proses distilasi untuk menciptakan intisari dari minyak. Kemudian pada abad ke-18, tepatnya tahun 1748, William Cullen dari University of Glasgow pun menciptakan media pendingin buatan hanya demi keperluan ilmiah. Demikian halnya saat seorang penemu Amerika Serikat Oliver Evans membuat desain pertama untuk kulkas pada 1804, ia pun tidak berniat memasarkan ciptaannya itu sebagai konsumsi publik. Seperti dilansir Whoinvented.org, desain tersebut kemudian disempurnakan dan dipatenkan oleh Jacob Perkins pada 1834. Tahun 1844, seorang dokter John Gorrie bahkan membangun unit kerja berdasarkan desain Evans. Namun, unit tersebut lagi-lagi ia bangun bukan untuk keperluan rumah tangga, melainkan untuk menciptakan suasana dingin bagi pasiennya yang menderita demam kuning. Baru pada 1913, kulkas untuk keperluan rumah tangga diciptakan oleh Fred W. Wolf dengan model berupa suatu unit yang dipasang di atas kotak es. Temuan Wolf itu lalu dikembangkan oleh beberapa ilmuwan hingga akhirnya diproduksi pada tahun 1918 oleh William C. Durant melalui Frigidaire Company.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 2 Februari 2012
Selanjutnya >>

Kursi Lipat Jadi Inspirasi Troli



Apa jadinya jika supermarket tempat Anda biasa berbelanja kebutuhan sehari-hari tidak menyediakan troli? Pasti kekacauan yang terjadi. Sylvan Goldman, seorang pemilik supermarket Piggly-Wiggly asal Amerika Serikat, seperti dilansir Ideafinder.com., selalu mencari cara agar barang dagangannya dapat lebih cepat habis terjual. Suatu hari di tahun 1936, ketika berada di ruang kerjanya, sepasang kursi lipat menginspirasi Goldman. Ia lalu meraih kursi lipat yang ada di hadapannya, menempatkan keranjang di atas kursi lipat tersebut, lalu menambahkan roda di bagian bawahnya. Goldman pun sempat mencoba mengisi keranjang beroda tersebut dengan barang-barang belanjaan dan membawanya berkeliling ruangan. Sadar alat itu dapat memudahkan para pelanggannya untuk berbelanja dalam jumlah banyak,  Goldman lalu meminta bantuan mekanisnya, Fred Young, untuk menciptakan troli. Setahun kemudian, Goldman mendirikan perusahaan yang memproduksi troli secara massal dan mendapatkan hak paten, Maret 1938. Pada tahun 1946, troli ciptaan Goldman tersebut kemudian diinovasi oleh Orla E. Watson, perancang troli yang dapat disusun secara bertumpuk ke depan dan dapat menghemat ruang dalam penyimpanannya. Untuk troli rancangannya tersebut, Watson kemudian mengajukan hak paten. Setelah sempat berebut dengan Goldman, hak paten untuk desain itu kemudian diperoleh Watson tahun 1949. Kini, desain troli semakin berkembang. Selain disertai tempat duduk untuk bayi, ada pula troli yang dirangkaikan dengan mobil-mobilan yang dapat dinaiki anak balita.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 02 Februari 2012
Selanjutnya >>

Penyedot Debu Untuk Rambut


Pengering rambut pertama di dunia ternyata awalnya adalah penyedot debu. Ya, jauh sebelum pengering rambut ditemukan, penggunaan penyedot debu untuk mengeringkan rambut memang dianggap wajar. Seperti kita ketahui, penyedot debu akan meniup udara ke luar melalui slang pembuangan kotoran. Udara yang keluar melalui saluran pembuangan itulah yang digunakan oleh para wanita maupun pria untuk mengeringkan rambut mereka kala itu. Sebenarnya pada tahun 1890-an seorang pemilik salon kecantikan bernama Alexandre Goldefroy pernah menciptakan pengering rambut yang juga terinspirasi dari penyedot debu. Namun, pengering rambut ciptaannya ini tidak portabel dan tidak dapat digenggam. Untuk menggunakannya, seseorang harus terlebih dahulu duduk di bawah alatnya sehingga udara dapat mengarah ke rambut dan meniupnya hingga kering. Barulah pada tahun 1920-an, mulai beredar pengering rambut yang dapat digenggam. Akan tetapi, alat yang diinovasi oleh perusahaan asal Amerika Serikat bernama Racine Universal Motor Company and the Hamilton Beach Co. ini masih diciptakan dalam bentuk yang cukup besar dan berat. Suhu udara yang dikeluarkannya pun sering kali sangat panas sehingga merusak rambut. Sejak saat itu penemuan pengering rambut di dunia terus berkembang. Dalam perkembangannya terdapat berbagai penyempurnaan, baik dalam hal suhu maupun penggunaan bahan yang memungkinkan alat ini menjadi lebih ringan untuk digenggam sehingga lebih mudah digunakan. Hingga akhirnya pada tahun 1960-an, material plastik mulai banyak digunakan.

Sumber: Pikiran Rakyat Edisi 2 Februari 2012

Selanjutnya >>

Wednesday, 8 February 2012

Jepang Bangun Kota Cadangan


Jika sebuah kota dilanda bencana seperti gempa dan tsunami, bisa dipastikan kota itu tidak akan berfungsi. Sejak gempa dan tsunami melanda jepang, pemerintah setempat sudah memikirkan untuk membangun kota cadangan yang akan digunakan bila bencana melanda Tokyo. Seperti diberitakan independent.co.uk, para ahli memberi pandangan bahwa kota Tokyo memiliki 70 persen kemungkinan akan hancur apabila terjadi gempa dan tsunami. Bila pembangunan kota “back up” tersebut sesuai dengan rencana, kota tersebut akan bisa menampung 50 ribu orang dan memiliki gedung pencakar langit tertinggi di dunia (652 meter). Rencananya, kota ini akan diberi nama IRTBBC (integrated resort, tourism, business and back up city). Kota tersebut nantinya akan punya hal yang hamper sama dengan yang ada di Tokyo, ditambah dengan gedung yang setinggi 652 meter. Intinya, semua keperluan untuk membuat sebuah kota normal yang aka nada. Tujuannya hanya satu, apabila terjadi bencana seperti maret lalu yang mengakibatkan Tokyo hancur, maka kota cadangan ini bisa membuat seluruh warga Tokyo kembali melakukan aktifitas seperti biasa dengan cepat.

Sumber: Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi 10 Nopember 2011
 

Selanjutnya >>

Daging Gosong Penyebab Kanker



Para peneliti ahli dari Norwegian Institute of Public Health mengatakan, daging yang cenderung gosong dapat memicu kanker karena mengandung senyawa mutagen yang bersifat karsinogen. Senyawa ini bisa memicu perubahan sel-sel normal menjadi kanker. Selain itu, manusia memiliki enzim sulfotransferase yang secara alami dapat meningkatkan kanker. Enzi mini bisa merubah zat-zat yang tidak berbahaya menjadi bersifat karsinogen. Dalam sebuah eksperimen pada tikus, seperti dikemukakan oleh Dailymail, reaksi antara enzim sulfotransferase dengan senyawa mutagen pada daging gosong bisa meningkatkan resiko kanker usus antara 31-80 persen. Efek buruk dari daging yang memiliki bagian gosong bisa dinetralkan dengan mengonsumsi buah dan sayuran. Serat yang terkandung didalamnya meningkatkan imunitas tubuh dan mengandung zat yang bersifat anti karsinogenik.

Selanjutnya >>

Pengen Awet Muda Makanlah Tempe



Menjadi tua dan keriput, merupakan prose salami yang disebabkan oleh degenerasi sel-sel tubuh. Untuk penampilan awet muda, berbagai cara dilakukan, mulai dari penggunaan kosmetik, hormon, obat-obatan, enzim, food supplement, pembedahan, diet khusus, menjadi vegetarian dan sebagainya dengan tingkat risiko yang bervariasi. Ragi tempe ternyata menghasilkan jamur-jamur baik penunda penuaan, meliputi spesies Rhizopus orizae, Rhizopus oligosporus, Rhizopus stoloniferous, Mucor mucedo, dan Neurospora sitophila. Henry Chang menulis buku yang menjelaskan bahwa tempe tergolong makanan yang membuat awet muda karena memenuhi criteria sebagai makanan yang dapat meningkatkan kebugaran dan daya tahan fisik konsumennya, menunda dan menghambat munculnya penyakit degenerative, mengurangi berbagai penyakit terkait gizi, dan dapat memperpanjang harapan hidup konsumennya. D luar negeri lebih jauh lagi, tempe diproduksi dalam bentuk sambal goring, botok, bacem, dan perkedel, yang dikemas dalam kaleng. Bagi masyaakat Indonesia, tempe sudah dikenal sejak lama. Namun anehnya, di Jerman ada ilmuwan yang merasa sebagai penemu tempe dan berupaya memperoleh hak paten.

Sumber: Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi 10 Nopember 2011
Selanjutnya >>

Kertas Ada Sejak 2000 Tahun Lalu


Manusia telah menulis sebelum kertas ditemukan. Mereka menggaruk pada dinding goa, mencat, atau menggambarkan karakter di atas tulang-tulang dan tanah liat basah. Adalah Tsa’I Lun, 2000 tahun yang lalu, berhasil membuat kertas, dan ini menjadi sebuah penemuan terpenting dari penemuan yang sudah ada. Dia membuat bubur serat dari kulit murbai, linen, dan rami. Kemudian dia sebarkan semuanya di tikar yang terbuat dari kain kasar dan bingkai bamboo agar matahari mengeringkannya menjadi bahan kusut yang terlihat seperti anyaman tikar. Sejak itu mereka menyebutnya kertas. Pembuatan kertas dari Cina menyebar perlahan tapi pasti ke seluruh dunia, dari Asia ke Afrika dan Eropa. Dengan segera saja semua orang tahu bagaimana cara membuat kertas. Namun, tidak banyak yang memproduksinya, karena itu melahap banyak bahan. 

Sumber: Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi 10 Nopember 2011
Selanjutnya >>